Dukungan Rakyat terhadap Jokowi-JK semakin meningkat

Jokowi Digempur Kampanye Fitnah

Menjelang pemilihan, persaingan dua calon presiden semakin ketat dan fitnah semakin bertebaran. Joko Widodo mengaku heran, kenapa pemerintah, kepolisian dan badan pengawas pemilu tutup mata atas kasus ini.

Fitnah besar-besaran

Namun kampanye Fitnah dan Jahat terbesar dilakukan melalui sebuah tabloid yang bertujuan mendeskridetikan Jokowi dan dibagi-bagikan diantara para santri di Jawa Timur dan Jawa Barat. ”Obor Rakyat” memfitnah Jokowi sebagai non-Muslim keturunan Cina, korup dan hanya “boneka” dari bekas presiden Megawati Sukarnoputri.

Tabloid ini juga melukiskan Jokowi sebagai seorang pembohong dengan hidung Pinokio, serta disebut berkewarganegaraan Singapura. Jokowi telah menyatakan kepada para pendukung kampanyenya dalam sejumlah kesempatan bahwa kedua orang tuanya berasal dari Jawa.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rano Karno, menganggap lumrah kritik pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden. Menurut dia, Jokowi justru semakin populer saat dikritik secara terus-menerus.

“Itu biasalah dalam perjalanan politik. Setelah saya berkecimpung di dunia politik, kritikan itu biasalah,” kata Rano kepada wartawan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (26/3/2014).

 

Rano Karno: Kritik Diulang-ulang, Jokowi Semakin Populer

 

Jokowi semakin populer

Hasil riset Prapancha Research (PR) menyebutkan nama Joko Widodo (Jokowi) semakin populer di jejaring media sosial (Twitter) mengalahkan para kandidat yang digadang-gadang sebagai calon presiden 2014.

“Jumlahnya jauh di atas kandidat-kandidat kuat presiden lainnya,” kata Analis Prapancha Research Adi Ahdiat, Senin (9/9).

Pantauan terbaru Prapancha Research (PR), fenomena keunggulan Jokowi dalam berbagai survei juga mengalami hal serupa di jejaring sosial Twitter. Dalam rentang hanya setahun (8 September 2012-8 September 2013) terdapat tak kurang dari 6,9 juta kicauan tentang Jokowi.

Ia mengatakan kemunculan Jokowi dalam pentas perpolitikan belakangan ini membawa “efek kejut’, yang tak bisa diabaikan.
Sosok yang sebelumnya membangun karier politiknya dengan menjadi Wali Kota Surakarta, kemudian Gubernur DKI Jakarta hingga sekarang, tak lagi sekadar sosok potensial untuk maju dalam pemilihan presiden tahun depan.

KAMPANYE jahat (hitam) sampai hari ini terus menerpa Joko Widodo (Jokowi). Mengapa tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla seolah “terkunci” dan tak kuasa membalas serangan maut dari pihak lawan? Lalu mengapa kubu Jokowi tetap percaya diri? Jawabnya, karena semesta mendukung (mestakung) Jokowi.

Anda boleh percaya boleh tidak, alam semesta-lah yang membentuk kubu Jokowi – juga pribadi Jokowi — bersikap seperti itu. Ya, semuanya tergantung alam. Jika Anda seorang religius, silakan Anda tafsirkan bahwa Allah-lah yang membentuk Jokowi dan tim suksesnya seperti itu.

Secara kemanusiaan (kedagingan), kubu Jokowi memang berkeinginan membalas apa yang dilakukan lawan yang sangat mengerikan dan menjijikkan itu, tapi tak kuasa, dan akhirnya semesta juga yang membuka mata hati banyak orang, lalu menjungkirbalikkannya.

Mengapa Tuhan mengodratkan seperti itu? Tanpa bermaksud mendahului kehendak-Nya (ampuni kami ya Tuhan), boleh jadi Tuhan-lah yang memang sudah berkehendak bahwa ke depan bangsa ini perlu pemimpin yang memiliki karakter seperti Jokowi.

Kehendak semesta (baca: Tuhan) kerap tidak bisa kita pahami dan selami. Dari potongan tubuh dan wajahnya, Jokowi (maaf) tak pantas menjadi presiden, sebab jabatan presiden RI sebelumnya diisi lelaki ganteng dan cerdas (Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Susilo Bambang Yudhoyono). Jokowi lagi-lagi dari perawakannya (sekali lagi maaf) hanya pantas menjadi tukang kayu, mentok-mentok ya pengusaha mebel.

Maka wajar jika manusia Indonesia, seperti halnya saya yang ogah berpikir “out of the box” , terejut-kejut tatkala fakta membuktikan Jokowi terpilih menjadi wali kota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan kemudian didaulat rakyat menjadi calon presiden, lalu (kemungkinan besar) terpilih menjadi presiden ke-7 Republik Indonesia.

Namun, kalau semesta mendukung Jokowi, kita mau apa? Sampai-sampai Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Lamongan KH Hasyim Zaelani melontarkan sebuah pernyataan yang memberi angin segar kepada Jokowi-JK. Ia menyebutkan bahwa isyarat kemenangan Jokowi-JK telah tampak. “Kami sudah berkonsultasi dengan ahli-ahli isyarroh bahwa yang kuat telah datang. Siapa dia? Ya Jokowi. Insya Allah beliau kuat karena memimpin dari bawah,” kata Zaelani.

Bolehlah kita tafsirkan bahwa apa yang disampaikan KH Zaelani merupakan bentuk dari semesta mendukung (mestakung) Jokowi.

Istilah mestakung dipopulerkan fisikawan Prof Yohanes Surya. Mestakung merupakan hukum alam di mana ketika suatu individu atau kelompok  berada pada kondisi kritis, maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu di sekitarnya) akan mendukung, sehingga orang yang sedang kritis bisa keluar dari kondisi kritis yang dialaminya.

Yohanes Surya menjelaskan  ada tiga hukum mestakung,  yaitu pertama dalam setiap kondisi kritis ada jalan keluar. Kedua, ketika seorang melangkah, ia akan melihat jalan keluar; dan ketiga, ketika seorang tekun melangkah, ia akan mengalami mestakung (sesmesta mendukung).

Jokowi hampir setiap hari mengalami kritis, terutama sejak ia dicalonkan menjadi gubernur DKI Jakarta, setelah terpilih menjadi gubernur DKI dan setelah ia diutus PDIP menjadi capres, dan memasuki masa kampanye pilpres. Namun karena dia telah bertekad untuk melaksanakan sesuatu yang baik (mulia), maka semesta secara otomatis mendukungnya.

Mestakung apa yang berpihak ke Jokowi? Lihatlah peristiwa berikut ini. Silakan Anda tambahkan kalau fakta yang saya sajikan ini, menurut Anda masih kurang:

  1. Jokowi tidak berambisi menjadi presiden. Berkali-kali dia mengatakan, “saya tidak punya ambisi jadi presiden.” Tapi, tak disangka-sangka PDIP mencalonkannya jadi presiden, karena mayoritas rakyat menghendaki dia jadi presiden. Padahal kalau mau, bisa saja PDIP mencalonkan Megawati jadi capres, atau anak Megawati, Puan Maharani. Penunjukan dirinya sebagai capres diterima dengan penuh tanggung jawab. Langkah berikutnya mestakung pasti berpihak kepada Jokowi.
  2. Partai NasDem langsung memberikan dukungan kepada Jokowi. Otomatis Metro TV yang dimiliki Surya Paloh menjadi televisi resmi Jokowi, padahal sebelumnya televisi ini tidak begitu memberikan  porsi pemberitaan besar kepada Jokowi. Kalau saja NasDem dan Surya Paloh tidak mendukung Jokowi, boleh jadi Jokowi akan dibully oleh semua televisi, karena kubu Jokowi tidak punya media apa pun.
  3. Tidak seperti Prabowo yang mendapat dukungan dana dari Hasjim Djojohadikusumo, Jokowi praktis tidak punya modal untuk biaya kampanye. Tapi ada saja tim Jokowi yang punya gagasan brilian agar Jokowi membuka rekening gotong royong. Berbondong-bondong, puluhan ribu orang dengan sukarela menyumbang, mulai dari tukang becak sampai pengusaha. Informasi yang saya peroleh hingga Sabtu (28/6), uang yang masuk ke tiga rekening gotong royong Jokowi telah mencapai Rp 100 miliar lebih. Mestakung benar-benar berpihak ke Jokowi.
  4. Saat partai-partai akan berkoalisi, jika niatnya cuma mendulang suara, seharusnya PDIP menerima semua partai yang ingin bergabung ke kubu Jokowi. Tapi, mestakung Jokowi berwujud, partai-partai bermasalah merapat ke Gerindra (Prabowo): PKS (kadernya terlibat korupsi), PPP (ketua umumnya Suryadharma Ali mengkorup dana haji), Golkar (ketua umumnya Aburizal Bakrie terus mangkir dalam kasus lumpur Lapindo), PAN (ketua umumnya yang kini jadi cawapres Prabowo jadi makelar migas dan disebut-sebut menjadi tersangka KPK kasus korupsi pengadaan gerbong kereta api), PBB (ketua umumnya MS Kaban diduga terlibat dalam kasus korupsi sistem komunikasi radio terpadu Kementerian Kehutanan, sekarang dicekal KPK).
  5. Masih ingat saat Jokowi bertemu dengan Aburizal Bakrie di Pasar Gembrong, Jakarta Timur? Begitu mesra pertemuan Bakrie-Jokowi ketika itu. Banyak yang menduga Bakrie akan jadi cawapres mendampingi Jokowi.  Lha, kok batal begitu saja, karena beberapa jam kemudian Bakrie merapat ke Prabowo dan tanpa berpikir panjang, Prabowo menerima “pinangan” Bakrie. Mestakung menyelamatkan Jokowi.
  6. Meskipun Jokowi dan PDIP tidak memobilisasi massa, sampai tulisan ini saya buat, relawan terus bermunculan dari segala penjuru angin memberikan dukungan kepada Jokowi. Mereka memberikan dukungan tidak saja secara fisik, tapi juga lewat media sosial. Ada juga yang dengan sukarela menciptakan lagu dan ditayangkan di Youtube, tak terhitung banyaknya. Situs-situs pro-Jokowi bermunculan sampai-sampai si empunya nama Joko Widodo tidak punya hak lagi memakai namanya sendiri di dunia maya. Lagi-lagi mestakung pro Jokowi.
  7. Ahmad Dhani coba-coba memberikan dukungan dengan membuat lagu berjudul “Indonesia Bangkit” untuk mendukung Prabowo dan diunggah di Youtube. Ya, ampun, Ahmad Dhani terpeleset karena ulahnya sendiri. Penampilannya di Youtube dicerca banyak orang, karena ia berseragam tentara Nazi dan dituding ingin menghidupkan rezim kejam dan otoriter mirip dengan capres yang didukungnya. Lebih memalukan, ternyata lagu yang dibuat Ahmad Dhani menjiplak lagu berjudul We Will Rock Youe besutan Queen. Kubu Prabowo ikut malu. Lagu Indonesia Bangkit dan videoklip Ahmad Dhani pun dihapus dari Youtube. Apes buat kubu Prabowo, tapi mestakung berpihak ke Jokowi.
  8. Sekarang ayo kita bedah Amien Rais yang mati-matian medukung Prabowo, karena “bonekanya” (Hatta Rajasa) jadi cawapres Prabowo. Lho, bukannya dia tidak suka dengan Prabowo? Menanggapi isu ini, Amien bilang: “Tunjukkan kepada saya koran yang pernah memberitakan bahwa saya minta agar Prabowo diadili. Kalau ada, saya akan berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta.” Eh, tidak lama kemudian ada yang menyebarluaskan info lewat sosial media kliping HL surat kabar Republika yang berjudul: “Amien Rais Minta Prabowo Dimahmilkan”. Kita tunggu kapan Amien Rais akan berjalan kaki Yogyakarta-Jakarta, dan semoga Jokowi yang didukung mestakung mau menggendongnya saat profesor itu pingsan.
  9. Ah, putri Amien Rais yang bernama Tasniem Fauzia ikut-ikutan mencaci Jokowi lewat surat terbuka. Blasss! Mestakung berpihak ke Jokowi. Pikiran kotor Tasniem dipatahkan para pendukung Jokowi membuat perempuan ini tak berkutik, senasib dengan bapaknya.
  10. Tak terikat kontrak dengan lembaga-lembaga survei, entah mengapa lembaga-lembaga itu tertarik untuk mengukur tingkat elektabilitas Jokowi dan pesaingnya Prabowo. Hasilnya, mayoritas lembaga survei mengumumkan bahwa elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo. Apakah tim sukses Jokowi merekayasa dan menyetir lembaga-lembaga survei tadi? Jelas tidak. Lagi pula apa untungnya jika angka-angka itu dipalsukan? Lagi-lagi mestakung pro Jokowi.
  11. Mencoba menandingi elektabilitas Jokowi yang terus meninggi, kubu Prabowo membuat dan merilis hasil survei “baru” lalu disiarkan di TV One. Tidak tanggung-tanggung, lembaga yang dipakai adalah Gallup, lembaga polling bergengsi di AS. Hasilnya, elektabilitas Prabowo 52% dan Jokowi 41%. Belakangan ketahuan, kubu Prabowo melakukan kebohongan publik (tentunya juga TV One), sebab “kemenangan Prabowo” adalah survei copy paste hasil polling Gallup untuk Barack Obama dan McCain saat keduanya bersaing menjadi presiden AS pada 2008. Semesta mempermalukan kubu Prabowo.
  12. Para juru bicara kubu Jokowi selama ini dikenal santun dan tidak begitu pintar berdebat di televisi, sehingga selalu “kalah” jika berhadapan dengan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang selalu diandalkan Prabowo jika tampil debat di televisi. Dalam kebingungan seperti itu Jokowi punya “juru selamat” debat, yaitu Adian Napitupulu dan membuat Fadli Zon mati kutu. Belakangan Fadli Zon tidak mau melayani acara debat di televisi jika berpasangan dengan Adian Napitupulu yang mantan aktivis pemuda tahun 1998 ini.
  13. Masih soal Fadli Zon. Dia menuding Revolusi Mental yang digulirkan Jokowi identik dengan komunis dan menuduh kubu Jokowi pendukung paham komunis. Membalaskah kubu Jokowi? Tidak. Belakangan ketahuan Fadli Zon pernah ziarah ke makam Karl Max dan fotonya disebarluaskan lewat sosial media.
  14. Dalam melakukan strategi kampanye, kubu Jokowi memang kalah cepat melangkah. Prabowo mengidentikkan dirinya (titisan) dengan Bung Karno yang pandai berorasi. Tayangan bahwa Prabowo seideologi dan sekarakter dengan Bung Karno setiap hari ditayangkan di TV One. Eh, Mahfud MD, Ketua Tim Sukses Prabowo berkoar-koar (dimuat di banyak media) bahwa Bung Karno juga pemimpin yang sering melanggar HAM, sampai-sampai ia perlu menyampaikan permohonan maaf kepada putri Bung Karno, Rachmawati. Mestakung perpihak ke siapa? Ke Jokowi bukan?
  15. Nah, ini yang paling seru soal selebaran Obor Rakyat. Pendukung Jokowi di sejumlah pesantren memang sempat terpukul gara-gara selebaran itu. Tapi gara-gara Obor Rakyat, Jokowi yang selama ini diam justru berani berbicara apa adanya bahwa ia bukan keturunan China. Bahwa dia Islam dan sudah naik haji dan umroh beberapa kali. Obor Rakyat mengilhami para relawan untuk menerbitkan tabloid yang isinya mempromosikan Jokowi, bukan balas menyerang lawan. Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi mengklaim selebaran gelap yang dibuatnya sebagai produk jurnalistik. Namun, Dewan Pers menyatakan dengan tegas bahwa Obor Rakyat bukan produk jurnalistik. Kasus itu mendorong Majalah Tempo membuat laporan utama dan terkuaklah nama penyokong dana Obor Rakyat, seperti Muchlis Hasyim dan orang-orang yang selama ini berada di lingkungan Istana Presiden. Satu lagi bukti mestakung di pihak Jokowi.

Sumber :

1.http://nasional.kompas.com/read/2014/03/26/1450548/Rano.Karno.Kritik.Diulang-ulang.Jokowi.Semakin.Populer

2.http://m.kompasiana.com/post/read/669994/1/isyarat-langit-mestakung-jokowi-presiden-ketujuh.html

3.http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/09/09/msupfg-jokowi-makin-populer-di-media-sosial

Kredibilitas lembaga survei di indonesia |Jokowi atau Prabowo yang lebih unggul ?

JUMLAH lembaga survei di Indonesia semakin banyak saja. Menjelang 2014, bermunculan lembaga survei baru. Tentu saja lembaga tersebut juga merangkap sebagai konsultan politik. Dalam tahun politik ini, kebutuhan akan survei semakin tinggi. Calon presiden (capres), calon anggota legislatif (caleg), dan partai politik sama-sama membutuhkan survei untuk mengukur popularitas serta elektabilitas.

Hampir setiap pekan ada saja lembaga survei yang merilis hasil riset mereka. Hasilnya berbeda-beda satu sama lain. Ada tokoh yang banyak dicerca publik tiba-tiba menempati peringkat atas. Sebaliknya, nama tokoh yang berkualitas dan sangat disukai publik malah tidak muncul sama sekali. Sebagai lembaga survei sekaligus konsultan politik, tidak heran kalau banyak yang menuding hasil-hasil survei yang beredar sekarang adalah pesanan tokoh-tokoh berduit. Sayangnya, banyak lembaga survei yang tidak jujur mengenai sumber dana riset mereka.

Dugaan tidak objektifnya sebagian lembaga survei itu semakin kuat ketika banyak hasil survei yang meleset. Sejumlah lembaga survei terbukti salah dalam sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan, ada lembaga survei yang mengumumkan salah seorang calon bupati sebagai pemenang melalui quick count, namun ternyata kalah dalam real count oleh KPU. Padahal, seharusnya lembaga survei tidak boleh keliru melakukan penghitungan cepat suara.

Kepercayaan publik terhadap lembaga survei pun saat ini mulai runtuh. Survei tidak lagi menjadi alat evaluasi untuk memperbaiki performance seorang tokoh, tapi sudah dijadikan alat kampanye untuk mendongkrak popularitas sekaligus alat untuk menjatuhkan lawan politik. Tentu masih ada lembaga survei yang kredibel. Tetapi, keberadaannya makin langka. Sumber padangekspres

Mengapa Lembaga Survei  mengunggulkan Prabowo Tiba-Tiba muncul?

Pertanyaan sekarang tertuju pada lembaga survei. Ada hal yang kontradiktif jika dibandingkan antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Dalam satu setengah bulan terakhir, jumlah survei (jika dihitung per Mei 2014) terhadap kontestasi pilpres hanya 14 buah survei. Bandingkan dengan hal yang sama saat pemilu legislatif, dimana jika dihitung per Februari 2014, ada 25 survei parpol. Itu belum menghitung survei capres pada rentang Februari-April 2014 (sebelum pileg dilangsungkan). Sebagai catatan, jumlah survei sejak 2011 hingga 24 Juni 2014 ada sebanyak 118 survei, baik parpol maupun capres.

Ada banyak pertanyaan mengapa lembaga survei tidak lagi intens melakukan survei, meski seharusnya survei pilpres seharusnya secara teknis lebih sederhana. Tapi bisa juga menghadirkan banyak dugaan:

    • Penghitungan nasional terhadap hasil pileg banyak yang meleset dari perkiraan semua survei. Ada trauma penyedia dana survei (jika dilakukan untuk keperluan internal suatu pihak dan punya kebijakan menyengaja disebarluaskan hasilnya)

 

    • Perdebatan kredibilitas lembaga. Para lembaga survei bisa jadi berpikir ulang dalam melakukan survei pilpres saat survei mereka di pileg ternyata meleset terlalu besar

Kredibilitas lembaga survei tidak harus dilihat seberapa sering dia melakukan survei. Bisa jadi suatu lembaga sangat berhati-hati melakukan survei, melakukan persiapan amat panjang, agar hasil survei benar-benar kredibel dan bisa dipercaya. Sekali sebuah lembaga melakukan survei, hasilnya sangat mempengaruhi pilihan publik di Indonesia,  Publik Indonesia dan utamanya peneliti asing terhadap Indonesia (Indonesianis) atau siapapun pemerhati politik Indonesia, cenderung mengerucutkan lembaga survei paling kredibel (baik hasil, maupun transparansi pendanaan lembaga survei) kepada 4 lembaga, yaitu Litbang Kompas, CSIS, INDIKATOR, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

CSIS bukan lembaga survei, tapi karena kredibilitas riset multi bidang, membuat survei CSIS dinilai amat terpercaya. Kompas sendiri adalah media cetak, tapi dengan kemampuan jejaringnya dan konten berita yang berimbang, maka tiap survei dari litbang kompas juga dinilai amat terpercaya. Saiful Mujani dulu adalah salah satu pendiri Lembaga Survei Indonesia, dan saat Saiful mendirikan sendiri lembaga survei yang lebih baru (SMRC) kredibilitas atas lembaga barunya saling melekat dengan kredibilitas personal dirinya sebagai ahli riset.

Sampai saat ini “Lembaga” (Survei Indonesia) dinilai paling baik dalam survei, dibanding “Lingkaran” (Survei Indonesia). Antipati terhadap “Lingkaran” yang amat memihak Demokrat di 2009 dan Golkar di 2014, menimbulkan antipati terhadap hasil “Lingkaran” yang dicap tidak lagi sekredibel “Lembaga”. sumber : kompasiana

dilihat dari berbagai rilis survei Juli ini (dengan tindakan survei secara aktif pada awal Juni), selisih Joko Widodo-Prabowo sudah diambang 4-6 persen saja. NAMUN JOKOWI MASIH UNGGUL DI BANDING PRABOWO, bisa jadi hasil menunjukkan Prabowo berbalik unggul. Namun sungguh aneh jika ada lembaga survei pada bulan juli ini yang menyatakan prabowo lebih unggul di banding jokowi…

Sejak Sabtu (21/6/2013) hingga Minggu (29/6/2014), sebanyak 7 lembaga mempublikasikan hasil surveinya. Dari 7 hasil survei tersebut, 5 lembaga diantaranya menyebut pasangan Jokowi-JK unggul, yaitu Balitbang Kompas, IFES dan LSI, LIPI, LSI Denny JA, serta Indo Barometer. Sementara itu, 2 lembaga lainnya yang memprediksi kemenangan di tangan Prabowo-Hatta, yaitu Median dan LSN.

Berikut hasil survei dari 7 lembaga terkait elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK :

Survei Kompas: Jokowi-JK 42,3%, Prabowo-Hatta 35,3%Hasil survei Badan Litbang Kompas yang dipublikasikan Sabtu (21/6/2014) mencatat pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla memiliki tingkat keterpilihan sebesar 42,3 persen. Sementara duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat elektabilitas sebesar 35,3 persen. Meski pasangan Jokowi-JK unggul namun selisih dengan pesaingnya kian tipis yakni 7 persen. Melihat ketatnya persaingan, Kompas menyebut masih mungkin terjadi perubahan.

Survei IFES dan LSI: Elektabilitas Prabowo 39%, Jokowi 43%

Lembaga nirlaba internasional IFES bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei pasca Pileg 9 April lalu. Dari survei ini ditemukan bahwa pilihan masyarakat terhadap Calon Presiden masih lebih banyak kepada Joko Widodo.

Survei ini dilaksanakan pada 1-10 Juni 2014. Metode survei yang digunakan adalah wawancara langsung dengan responden. Jumlah responden sebanyak 2.009 orang dengan sample acak tersebar di seluruh Indonesia. Margin of erorr dalam survei ini adalah +- 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei LIPI: Prabowo-Hatta 34%, Jokowi-JK 43%

Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) menggelar survei elektabilitas capres. Hasilnya, Jokowi-JK unggul 9 persen dari Prabowo-Hatta.

Survei digelar pada 5-14 Juni 2014 dengan 790 responden berusia di atas 17 tahun di 33 provinsi. Pemilihan sampel dengan metode multistage random. Margin error survei ini 3,51% dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka. Pertanyaan yang diajukan ke responden, yaitu “Jika pemilihan presiden diselenggarakan pada hari ini, siapakah yang akan Anda pilih?”

Hasil survei yang dirilis pada Kamis (26/6/2014) ini menunjukkan Jokowi-JK unggul dengan elektabilitas 43% dari Prabowo-Hatta yang memiliki tingkat keterpilihan 34%. Sisanya sebanyak 23% belum menentukan pilihan.

Survei LSI Denny JA: Prabowo-Hatta 38,7%, Jokowi-JK 45%

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Denny JA kembali merilis hasil survei. Hasilnya, Jokowi-JK masih unggul namun ditempel semakin ketat oleh Prabowo-Hatta.

Survei digelar pada 1-9 Juni 2014 dengan metode multistage random sampling. Responden survei ini berjumlah 2.400 orang yang diwawancara secara tatap muka. Margin error survei ini 2 persen.

Hasilnya, Jokowi-JK memiliki elektabilitas 45%, unggul dari Prabowo-Hatta yang memiliki elektabilitas 38,7%.

Survei Indo Barometer: Prabowo-Hatta 42,6%, Jokowi-JK 46%

Survei Indo Barometer sebelum memasuki masa kampanye capres Jokowi masih unggul 13,5% atas Prabowo Subianto. Namun kini dua pekan menjelang Pilpres elektabilitas Prabowo mulai menguntit ketat Jokowi.

“Head to head calon presiden, Jokowi 45,3% dan Prabowo (42,9%). Suara belum memutuskan 11,7%. Head to head calon wakil presiden, Jusuf Kalla (44,6%) dan Hatta Rajasa (39,3%),” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam paparan hasil survei di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo No 191, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014).

Survei ini dilakukan pada tanggal 16 – 22 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan margin of error sebesar � 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%.

Kelima lembaga survei ini, yang tingkat keakuratan dan kredibilitasnya tinggi yakni yaitu Balitbang Kompas, IFES dan LSI, LIPI, LSI Denny JA, serta Indo Barometer masih menunjukan hasil bahwa saat ini pasangan Jokowi-Jusuf kalla LEBIH UNGGUL di banding Prabowo -Hatta.

beberapa lembaga survei yang menunjukan hasil berbeda dari ke 5 lembaga survei besar di indonesia diantaranya adalah Median dan LSN. Tentu kita harus mempertanyakan kredibilitas dari lembaga survei Median, Puskaptis dan LSN, entah lembaga ini bermuatan politik dan sedang menggali kuburannya sendiri atau memang lembaga ini mengambil data data di lapangan dengan cara dan metode yang lain, namun tetap kita simak informasi dari lembaga survei median, Puskaptis dan LSN.

Survei LSN: Prabowo-Hatta 46,6 Persen, Jokowi-JK 39,9 PersenLembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei terbarunya. Hasilnya elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla.”Jika Pilpres dilakukan saat survei digelar maka 46,6 persen responden memilih Prabowo-Hatta dan 39,9 persen memilih Jokowi-JK dan 13,5 persen belum memutuskan,” kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakri, dalam jumpa pers paparan hasil survei di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (29/6/2014).

Survei Median: Prabowo Hatta 46,2%, Jokowi-JK 44,3%Media Survei Nasional (Median) hari ini Kamis (26/6/2014) mengeluarkan hasil jajak pendapat mengenai elektabilitas calon presiden dan wakil presiden. Hasil sigi lembaga ini menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mencapai 46,2 persen.Sementara duet Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki elektabilitas sebesar 44,3 persen. Data ini menurut Direktur Riset Median Sudharto didapat setelah melakukan survei terhadap 2.200 responden di 33 provinsi dari tanggal 15 sampai 20 Juni 2014. Adapun margin error disebut kurang lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. sumber : http://news.detik.comPusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil survei elektabilitas capres terbaru. Hasilnya tidak berbeda dengan survei sebelumnya yakni Prabowo unggul atas Jokowi.

“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen sedangkan elektabilitas Jokowi 40,83 persen,” kata Direktur Puskaptis, Husin Yazid, Senin (30/6/2014).

Dia menuturkan, Puskaptis sudah empat kali menggelar survei capres. Selama ini pula, elektabilitas Prabowo terus naik.

Pada survei ketiga 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo sekira 45,60 persen, mengalahkan elektabilitas Jokowi yang tertatih-tatih di angka 43,21 persen. sumber : okezone.com

Dari berbagai banyak lembaga survei tersebut, yang mana yang benar dalam memberikan survei dan data sesuai kenyataan di lapangan? apakah lembaga survei seperti Median dan LSN hanya bermuatan politik dan sedang menggali kuburannya sendiri?   biarkan sejarah yang akan berbicara , saat pemilu di gelar dan perhitungan suara di umumkan, apakah pasangan Jokowi dan jusuf kalla yang menang atau sebaliknya prabowo- hatta .

pilpres-2014

 

 

Survei terbaru Jokowi Ternyata Unggul di banding Prabowo

“Inilah hasil survei Pilpres satu putaran Jokowi vs Prabowo (terbaru)”. Dengan judul artikel seperti itu, para pengunjung Projo (Pro-Jokowi) tentu akan berharap mendapatkan berita kemenangan dengan persentase besar ataupun telak. Begitu pula sebaliknya, tidak kalah besar pula harapan yang digantungkan oleh para pendukung Praja (Prabowo-Hatta Rajasa) terkait rilis hasil survei pilpres “sudden death” 2014 tersebut.
Untuk mengetahui tingkat elektabilitas calon presiden yang akan memimpin Indonesia, berbagai lembaga biasanya melakukan survey terhadap capres-capres yang akan bertarung dalam pilpes 2014.

 

Survey Jokowi dan Prabowo - MMN Joke

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA -
Hasil survei Indobarometer terkini menyebutkan secara keseluruhan, jika Pemilu dilaksanakan hari ini maka Joko Widodo akan keluar menjadi pemenang.

“Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, Jokowi mendapat dukungan terbesar. Dalam jawaban spontan atau sukarela, dukungan terhadap Jokowi 22,4 persen kemudian Prabowo 12 persen,” ujar Burhanudin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, dalam rilis survei ‘Pro-Kontra Seputar Pencalonan Jokowi di Mata Pemilih’ di Cikini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Perolehan tersebut merupakan top of mind (yang paling diingat) oleh responden siapa calon presiden yang akan dipilih. Responden bebas memilih tanpa diarahkan untuk memilih nama-nama dalam daftar.

Menurut Burhanudin, Jokowi unggul karena dipersepsikan responden sebagai pemimpin yang jujur, bisa dipercaya, amanah yang mencapai 41,1 persen dan perhatian pada rakyat sebesar 38,8 persen. Sementara untuk Prabowo untuk kedua hal tersebut hanya mampu meraih 14 persen dan 13,6 persen.

Jokowi juga unggul telak dalam penanganan masalah mendesak yakni pemberantasan korupsi dan menciptakan lapangan kerja. Jokowi meraih 39,1 persen dan 42, 7 persen sementara Prabowo 16,0 persen dan 16,2 persen.

Survei tersebut dengan melibatkan sampel basis 2.050 responden di seluruh Indonesia, 400 di antaranya dari wilayah DKI dengan umur responden 17 tahun ke atas.
Survei tersebut kerja sama Indikator Politik Indonesia dan Rumah Kebangsaan dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau margir of error kurang lebih 2,4 persen.

http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/03/18/hasil-survei-prabowo-kalah-telak-lawan-jokowi

TEMPO.CO, Jakarta – Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla diprediksi bakal mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, jika pilpres digelar hari ini, Jokowi-JK meraup 35,42 persen suara meninggalkan Prabowo-Hatta yang meraih 22,75 persen suara.

“Keuntungan besar buat Jokowi lantaran banyak mendapat dukungan spontan dari masyarakat,” kata peneliti dari LSI, Ardian Sopa, dalam rilis yang diterima Tempo, Selasa, 20 Mei 2014. (Baca: Jokowi Ungkap Alasan Golkar Tak Jadi Berkoalisi)

Menurut Ardian, dari segi asal pemilih, pasangan Jokowi-JK relatif unggul di semua segmen. Pasangan Jokowi-JK ungguli pasangan Prabowo Hatta di semua segmen gender, desa-kota, usia, dan agama.

Jokowi-JK juga unggul atas Prabowo-Hatta dari segmen suku, kecuali suku Betawi. Dari segmen pendidikan dan pendapatan, Jokowi-JK pun unggul di hampir semua kategori. Kecuali, pada segmen pendidikan tinggi dan yang berpendapatan Rp 1-2 juta–bersaing dengan pasangan Prabowo-Hatta.

Pada segmen pemilih partai, Jokowi-JK, kata Ardian, juga unggul di hampir semuanya, kecuali pemilih Partai Gerakan Indonesia Raya, Hati Nurani Rakyat, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Sedangkan di lima partai pendukung Prabowo-Hatta lainnya, pasangan Jokowi-JK tetap unggul.

Sebanyak 32,34 persen pemilih Golkar memilih Jokowi-JK dan hanya 24,15 persen memilih Prabowo-Hatta. PPP sebanyak 30,03 persen mendukung Jokowi-Jusuf Kalla dan 22,89 persen mendukung Prabowo-Hatta. (Baca juga: Dukungan Bagi Jokowi-JK di Internal Golkar Meluas)

Pemilih Partai Amanat Nasional juga banyak yang mendukung Jokowi-JK. LSI mencatat, Jokowi-JK mendapat dukungan 41,3 persen, sedangkan Prabowo-Hatta hanya dipilih 25,13 persen pemilih. Pemilih PKS masih imbang, yaitu 32,69 persen untuk Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 terhadap 2.400 responden. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan metode acak bertingkat. Survei dilengkapi dengan media analisis, FGD, dan wawancara mendalam dengan simpangan kesalahan 2 persen.

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/20/269579065/Survei-Jokowi-JK-Rebut-Pendukung-Prabowo-Hatta

Merdeka.com – Bergabungnya Partai Golkar untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Hatta Rajasa sebagai cawapres membuat banyak pihak menduga koalisi Indonesia Raya semakin kuat. Dengan perolehan suara sebesar 15 persen dalam Pileg 2014 lalu, dukungan terhadap mantan Danjen Kopassus tersebut menjadi 48 persen.

Sebaliknya, koalisi partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tidak lagi unggul. Jika digabung, maka secara keseluruhan perolehan suara tingkat partai hanya mencapai 40 persen.

Meski kuat dalam hal koalisi, ternyata itu tidak terbukti dalam hal dukungan pemilih. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa melihat, pasangan Jokowi-JK justru unggul dari Prabowo meski tak dapat dukungan dari elite partai besar.

“Dari sisi persentase dukungan seluruh partai pendukung, koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta lebih besar. Namun dari sisi euforia dukungan pemilih, hasilnya berbalik. Dukungan pemilih kepada Jokowi – JK lebih besar,” kata Ardian, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (20/5).

Ardian menjelaskan, berdasarkan hasil survei LSI yang dilakukan kepada 2.400 responden dengan margin of error sekitar 2 persen, memperlihatkan 68,5 persen responden mendukung Jokowi , sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen.

“Hasilnya sebesar 68,5 persen publik menyatakan bahwa mereka ingin secara sukarela membantu pasangan Jokowi-JK. Sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen yang menyatakan sukarela,” paparnya.

Tidak hanya itu, Ardian melanjutkan, jika pemilihan presiden dilakukan pada saat survei dilakukan, maka pasangan Jokowi-JK unggul sementara dibanding pasangan Prabowo-Hatta.

“Elektabilitas Jokowi-JK mencapai 35,42 persen dan elektabilitas Prabowo-Hatta 22,75 persen. Selisih kedua pasangan sebesar 13 persen, namun keduanya masih punya peluang menang karena sebanyak 41,83 persen belum menentukan pilihan,” jelasnya.

Survei LSI ini dilakukan di 33 propinsi dengan metode multistage random sampling pada tanggal 1-9 Mei 2014. Dalam survei ini, LSI melakukan wawancara dan tatap muka dengan jumlah 2.400 responden.
Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-JK 35,42%, Prabowo-Hatta 22,75%

http://www.merdeka.com/pemilu-2014/survei-lsi-elektabilitas-jokowi-jk-3542-prabowo-hatta-2275.html

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Jokowi masih menjadi kandidat calon presiden terkuat dalam bursa capres 2014. Dalam sejumlah survei, elektabilitas politisi PDIP itu selalu teratas.

Seperti hasil survei Poltracking Institute yang dilaksanakan dari Aceh sampai Pappua, menghasilkan poin elektabilitas Jokowi tetap tertinggi sebesar 34,2%. Posisi Jokowi dibuntuti capres Partai Gerindra, Prabowo 12,4% dan disusul Aburizal Bakrie (ARB) 10,4%.

Namun, sambung Arya, hasil tersebut masih dapat terjadi perubahan. Mengingat kemungkinan adanya 46% pilihan publik bisa berubah-ubah.

Arya menambahkan, bila nantinya ada 4 capres yakni, Jokowi, Prabowo, Aburizal Bakrie, dan Wiranto, berdasarkan hasil polling yang didapat, tetap nama Jokowi yang dominan. Suaranya 41,2% jauh meninggalkan elektabilitas Prabowo 15,2%, ARB 12,2%, dan Wiranto 8,1%.

“Temuan-temuan dalam survei ini cenderung tetap. Asalkan dalam waktu ke depan tidak ada isu politik atau gempa politik dalam skala besar yang dapat mengubah secara ekstrem peta raihan elektabilitas partai maupun capres secara keseluruhan,” pungkas Arya.

Responden dalam survei ini berjumlah 1.200 dengan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah serta bukan anggota TNI/Polri. Tingkat kepercayaan survei 95% dan margin of error 2,83%.

http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2032595/survei-poltracking-elektabilitas-jokowi-tinggalkan-prabowo

Awas Penipuan Terapi Qolbu POWER OF SOUL Ustad Sony

Artikel ini di buat untuk warga masyarakat agar waspada terhadap terapi atau pengobatan yang sering di tampilkan di media televisi, terutama terapi Qolbu Ustad Sony di tinjau dari segi biaya yang tidak wajar atau sangat mahal, dan tidak adanya tranparansi biaya, karena tujuan utama para terapis itu adalah mengeruk uang pasien untuk kekayaan dirinya sendiri.

tulisan ini bukan rekayasa yg di maksud sebagai orang yang sirik terhadap ustad sony atau dari kompetitor ustad sony, sekali lagi tulisan ini adalah perwujudan dari  suara masyarakat , suara rakyat, suara rakyat tidak pernah bohong, suara masyarakat adalah perwujudan dari suara Tuhan.

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130225213537AASCYcg

Pertanyaan dari Ratna.

Apakah terapi Qolbu Ustad Sony benar2 menyembuhkan? Ibu saya dtg berobat dikenakan biaya 23 juta.

Memang ibunya sakit apa? Harus terapi qolbu sgala..?
..Mahal banget tuuh, 23jt buat apa aja uangnya? Bilang sama Ustadz, ibu saya adalah makhluk ciptaan Allah yg lemah dan kena musibah skrg. Bukankah wajib menolong orang yg sakit, lemah dan tak berdaya? Apakah Ustadz tidak takut bila Ilmunya dijual belikan? Bukankah ilmu itu harus disampaikan, diamalkan, utk menolong dan membantu sesama. Klo tuu Ustadz ngelak atw berdalih apapun aja.. kasih aja kain putih dan tulang ayam yg udah kering.. bilang saya ingat riwayat Abu Bakar Shidiq.ra, sahabat Rosul SAW.. biar sadaaaar tuh Ustadz..!!
Ustadz Matere

Parah ini mah. Harga sebuah pengobatan memang mahal, tp harga 23 juta untuk pengobatan alternatif itu sebuah nilai yang fantastis. Dan sebenernya gak manusiawi. Mending jangan pake gelar ustad deh, morotin orang lebih parah dari Dukun. Panggil Dukun Sony aja.

http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2012/10/24/terapi-qolbu-503890.html

Toto Kartarahardja

TERAPI QOLBU

Terapi Kolbu
Suatu waktu ketika menyaksikan tayangan tentang terapi alternatif saya tertarik untuk mendalami terapi kolbu yang dipimpin oleh Sonny Sutisna SE. Dalam pemikiran saya terapi ini berupa metode pembersihan hati melalui teknik sholat/zikir yg membawa kita ke phase khusu, karena dr pemaparannya disebutkan tdk melibatkan obat, jampi2 dan jin.Setelah melakukan surfing di internet untuk mengetahui tariff konsultasi, diperoleh informasi harga Rp. 200.000,- hari Jumat tiga minggu yg lalu, saya menghubungi

sekretariat di Jl Utan Kayu, untuk menanyakan biaya terapi, diperoleh jawaban:

1. Untuk terapi Rp. 550.000 dan
2. Untuk obat Rp. 550.000,-

Cukup fair saya fikir, berarti akan ada lima kali pertemuan

Pagi-pagi saya mendatangi sekretariat dan saya mengira orang-orang sudah berkumpul diaula untuk mendengarkan tauziah sang ustadz yg akan membawa kita kesuasana khusuk dan penuh suasana spiritual.

Ternyata keadaan jauh dr perkiraan, sebab yg terjadi adalah kita diterapi oleh para asisten dalam bentuk terapi reiki selama satu jam, yg selama ini dapat kita peroleh dengan gratis, dipadepokan-padepokan reiki.

Ba’da sholat Jumat diminta kembali untuk diterapi langsung oleh sang guru besar dan ya sama saja, diberi enerji selama 10 menit, selesai, dengan pesan dilanjutkan terapi selama 5 sesi.

Dari Rp. 1.100.000,- saya memperoleh yaitu tadi terapi plus sebotol minyak oles (50 ml) yg baunya seperti bau bumbu dendeng, ditambah 1 botol besar aqua unuk 5 kali mandi plus buku: “Sholah untuk memperbesar Periuk Rejeki”. Judulnya cukup provokatif.

Buku tersebut berisi tulisan yg sederhana dan bolak balik tentang bagaimana caranya sholat agar khusu. Tapi menurut pendapat saya berbau ajaran Hindu, ini dapat dilihat dari cara menerangkan tentang Iman kepada Taqdir, jelas sekali berbau reinkarnasi. Ini tdk aneh, karena Sonny Sutisna ini berayah Bali dan beribu Tionghoa.

Perlu saya jelaskan bahwa kalimat itu saya penggal dari tulisan SS sendiri dalam Bagian Riwayat Hidup Penulis dr Buku: “Sholah untuk memperbesar Periuk Rejeki”.

Kalau saya memakai kalimat itu sebagai logika yang menghubungkan antara Reinkarnasi dengan Percaya Kepada Taqdir yang dibahas dlm buku itu, maka sebenarnya SS memakai kalimat itu sebagai “Strategy Marketing”.

Saya harus mengakui kehebatan SS dalam mengelola emosi dan meng”kadal”i, khususnya umat Islam. Kalimat itu digunakan untuk meraih simpati dr umat Islam. Kita dapat membayangkan betapa tersentuhnya umat Islam terhadap pernyataan tersebut. “Alhamdulillah seorang yg berayah Bali dan beragama Hindu dan beribu Tionghoa yang beragama Khong Hu Cu, menjadi mualaf” dan tentunya kan membangkitkan kepenasaran untuk mendengarkan tauziah sang ustadz yang ujung2nya promosi terapi qolbunya.

Untuk terapi tindak lanjut saya dikenakan biaya sbb:

Biaya konsultasi Rp. 10.500.000, (Tdk salah, benar sepuluh juta lima ratus ribu) ditambah Rp. 400.000,- untuk setiap kali terapi, ya = Rp. 2000.000,-

Jadi jumlah keseluruhan; Rp.13.600.000,- lebih dari dua kali berobat ke klinik Tong Fang.

Ya akhirnya saya DO, yang Rp. 1.100.000, saya fikir ya apa boleh buat, hitung-hitung kecopetan di bis kota.

Saya sempat mempertanyakan soal biaya ini, sebab kesannya ketika kita meminta informasi kita hanya dikenakan Rp. 1.100.000,- (Silakan coba)

Dari cara menjawab, nampak sekali memang ini dipasang sebagai jebakan.

Akhirnya saya menyadari bahwa memang bila kita mau melakoni hidup sebagai terapis, cara yg paling gampang dan menguntungkan ya melalui jalur agama, khususnya Islam, ditambah penampilan ustadz dan ceramah hasil copy paste.

24 October 2012 23:30:16

konsultasi apaan pak ? 10 juta

Odam

Saya sdh lama tertarik dengan Terapi Qolbu ini dan sebenarnya berniat untuk mencobanya, tp krn info ini saya jd mengubah niat saya. Saya sdh menanyakan reaksi Pak Sonny mengenai tulisan Bapak ini, tp dr staffnya diperoleh keterangan bahwa Pak Sonny menggap itu hanya tulisan org sirik saja, yaitu dr kompetitornya. Mengenai biaya katanya itu utk iaya operasional, termasuk pasang iklan, jd wajar kalau mahal.

Herman Rahmad

27 March 2013 13:37:08

ini bukan dari kompetitornya pak, saya mengalami sendiri untuk berobat ibu saya, sudah keluarkan 24juta, sehingga blm sembuh, diminta lagi RP 6Jt dst. saya protes, saya disilakan keluar oleh assistantnya bernama Rita. Seharusnya dari awal dia jelaskan kalau ada penambahan biaya lagi. ini merupakan jebakan yang ke 3..pecaya sama saya…mereka pasang jebakan dengan menguras uang para pasien tanpa ada penjelasan sama sekali..saya sudah jual semua perhiasan dll. demi allah saya mengatakan sebenarnya, sehingga saya kasihan sekali sama ibu saya.. semoga para calon pasien berhati-hati memilih pengobatan alternatip…

ustad sony

27 March 2013 13:47:38Seharusnya mereka jelaskan dari awal bukan memasang jebakan. Tidak wajar masuk iklan TV mahal sehingga menggunakan uang para pasien..sama juga korupsi menggunakan uang rakyat…

27 March 2013 14:41:52Dengan memuat artikel ttg TQ, walaupun saya menyadari akan kemungkinan menghadapi tuntutan hukum, saya berharap ada gerakan bersama untuk menghentikan kedurjanaan ini. Masalah yg paling saya prihatinkan adalah penggunaan agama (Islam) sebagai kedok.

Toto Kartarahardja

27 March 2013 18:20:09Saya merasa kecewa saja Pak dengan assistantnya, saya dipersilakan keluar karena memberi masukan yang menurut dia tidak penting. Padahal pemasukan/nesehat utk manajemen tsb agar dari awal di beri tahu ” kalau belum sembuh ” ADA BIAYA LAGI..sehingga kami tidak kecewa, pernah kami tanyakan kalau belum bagaimana? tapi yang di jawab INSYALLAH..INSYALLAH SEMBUH..
dan besoknya saya konfirmasi ke assistantnya Ibu Rita, ternyata masukan saya tidak disampaikan ke Pak Ustaz Sonny melainkan ke bagian keuangan, bingung saya…Yang kami inginkan kejujuran soal biaya, itu saja…

Ida Ida

25 April 2013 10:16:28

pertengahan april 2013, sy mendampingi ayah sy yg kebetulan ibu sdg sakit. sy tdk rekomendasikan datang kesitu, tp krn ayah sy sdh di ‘guna guna’ oleh iklan di tv, yg seolah-olah pengobatan yg islam syar’i. setelah datang, memang semua menggunakan topeng islam. waktunya azan ashar, pegawai atau mungkin si “ustad” asyik aja terapi para pasen . Padahal ustad lho…….. pendaftaran 1,150 jt. eh pas balik sy diharuskan ikut terapi seharga 23jt. masya Alloh…! masuk ‘jebakan’ dah. kenapa pas daftar nggak dikasih tau harga 23jt nya. ada pasen dari luar kota jg ud ikutan paket 23jt, gak sembuh-sembuh. so…..hati-hati model penyembuhan seperti ini. menamakan islam sebagai tameng utk ambil keuntungan semata. dan jelas menurut sy tidak syar’i. ustad nya harus khatam dulu deh dgn qur’an. belajar makhroj dan tajwid nya dulu supaya dalam pengucapan bacaan qur’an bener……….

Budi S

12 May 2013 05:32:26Melihat penampilan Ustadz / guru besar TQ, di JKAK TV, sejak awal saya simpulkan kalau orang tsb tidak memiliki pengetahuan yg dalam tentang al-qur’an

http://id.kopea.com/question/596969/berapa-biaya-sekali-kunjungan-terapi-qolbu-sony-sutrisna-yang-di-utan-kayu

Berapa Biaya Sekali kunjungan terapi Qolbu Sony Sutrisna yang di utan kayu?

TOTAL 23JUTA AN.. BEROBAT KE USTADZ SONNY.. ampuun –  juned   Mar 5 at 16:37

Mahal sekali pengobatan seperti ini,lebih baik min –  harry   Apr 13 at 03:42

Lebih baik,uangnya untuk sedekah ke fakir miskin –  w
Apr 13 at 04:01

BIAYA BEROBAT DI TERAPI QOLBU USTADZ SONY SANGAT TIDAK TRANSPARAN. COBA AND TELPON KE KELINIK USTADZ SONY TENTANG BERAPA BIAYANYA, PASTI TIDAK DI JAWAB … HANYA DISURUH DATANG DULU KESANA. BEGITU SAMPAI BARU DIBERITAHU BIAYA AWAL SEBESAR RP. 1.150.000,- DAN DITANGANI OLEH ASISTEN USTAD SONY SELAMA 30 MENIT. SUNGGUH BIAYA YG CUKUP BESAR. KEMUDIAN HARI SELANJUTNYA AKAN DITERAPI OLEH USTAD SONY LANGSUNG, TENTU DENGAN TAMBAHAN BIAYA YG JUGA TIDAK DI JELASKAN DI AWAL YG PASTINYA JAUH LEBIG BESAR. BISA MASUK DALAM ACARA “SUPER TRAP” TRANS TV NIH!!!

answered Dec 18 ’12 at 02:15
yan

betuul sumpah gak bohong kok.. sya udah ksana TQ ustadz sonny

answered Mar 5 at 16:35
juned

MENANGGAPI KOMENTAR TSB DIATAS, MEMANG BENAR, IBU SAYA BEROBAT SUDAH 5X, MENGHABISKAN DANA 24 JUTA, LALU BELUM ADA PENYEMBUHAN SEHINGGA HARUS BAYAR LAGI SEKITAR Rp 6JUTA DAN BAYAR LAGI SETIAP KUNJUNGAN. SEHARUSNYA MEREKA DARI AWAL MEMBERITAHUKAN KEPADA PARA PASIEN DIKENAKAN BIAYA LAGI. TENTU KAMI TIDAK MENYANGGUPI. SAYA SANGAT MARAH DENGAN ASSISTANTNYA : RITA BERJILBAB. SAYA ANGGAP INI PENIPUAN. TOLONG PARA CALON PASIEN BANYAKLAH BERTANYA AGAR TIDAK KAGET/TERTIPU SEHINGGA MENGELUARKAN DANA GAK CUKUP BESAR. LALU SAYA DIPERSILAKAN KELUAR KARENA SAYA PROTES, DENGAN ALASAN DARI ASSISTANTNYA: PAK USTAZ SONNY MASUK IKLAN DI ANTV ITU MAHAL, JAWABANNYA YANG TIDAK PUNYA AGAMA DAN TANGGUNG JWB. SEMOGA PAK USTAZ SONNY MEMBACA KOMENTAR INI YANG PUNYA AGAMA KUAT…DIMANAKAH PERASAAN PAK USTAZT MENDIDIK ASSISTANTNYA BEGITU KEJAM, KARENA SETELAH SAYA KONFIRMASI PESAN, KELUHAN DAN KEKECEWAAN SAYA TIDAK DISAMPAIKAN KE PAK USTAZ SONNY…DIMANAKAH PERASAAAN BEROBAT TERAPHY KALBU INI HANYA MENGURAS UANG PARA PASIEN…

answered Mar 27 at 05:27
ida

TERAPHY QALBU DENGAN IKLAN DI ANTV MENGGAMBARKAN SOSOK PAK USTAZ SONNY YANG BEGITU YAKIN DENGAN KEJUJURAN HATI, TAPI TIDAK BISA MENDIDIK ASSISTANNYA. MENCARI UANG ITU SUSAH PAK USTAZT KENAPA> PENYAKIT PARA PASIEN DIBELI DENGAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN YANG TIDAK JELAS DARI AWAL…KASIHAN PARA PASIEN LAIN PAK USTAZT YANG MENGHARAPKAN KESEMBUHKAN SEHINGGAL MEREKA DENGAN SEGALA CARA MENJUAL APAPUN KARENAN SUDAH TERJEBAK DENGAN UANG YANG SUDAH DIA KELUARKAN…SEMOGA ALLAH MENGAMPUNYA MANAJEMEN INI…

answered Mar 27 at 06:09
ida

not recomended deh.. mahal tp ga ada hasilnya.
answered Mar 31 at 07:27
bani

Lebih baik kita belajar pengobatan BEKAM yang bisa mengobati diri sendiri & keluarga. Murah dan sesuai syariat Islam (sunah Nabi). Pengobatan bekam dgn titik tertentu bisa menyembuhkan lebih dari 70 penyakit. Sudah banyak buku2 dan peralatan bekam yang dijual bebas. So…mari belajar Bekam..!
answered Mar 30 at 15:06
Agus

Hati hati sebelum kunjungan keterapi qulbu, semua hanya kedok penipuan untuk kekayaan semata untuk asisten hati hati dengan jilbab kalian, sebaiknya dijelaskan sesungguhanya jangan ditutup tutupi, awalnya 1150000 selajutnya paket 15jt sampai 24 jtan, hati hati pasien lebih selektif. Untuk pak sonny tolong didengar masukan kami.
answered May 9 at 13:35
echaristi

membaca komentar2 diatas, whuu.., sungguh tidak menyangka bahwa gelar “ustadz” itu tdk menjamin seseorang benar2 berpegang pada agama. sangat disayangkan sekali dan itu benar2 terjadi padea saat ini bila kita membaca komentar2 diatas. seharusnya yg bersangkutan dlm hal ini ustadz sony mau menjawab dengan jelas, memberi keeterangan yg jelas, sebab apa yg telah terjadi tentunya akan menggangu/mengurangi reputasi pak ustadz sony sendiri. dan secara luas predikat “ustadz” akan menimbulkan cemoohan dari mereka2 yg yg kurang simpati pada umat islam. jadi saya harap ustadz sony mau “membuka kartu” dan tunjukkan dan jelaskan pada masyarakat mengapa semua itu bisa terjadi dan apa pertanggungan jawab ustadz sony secara moril maupun materiil, terutama pada para “pasien” yg “belum/tidak” sembuh padahal sdh mengeleuatkan biaya puluhan juta rupiah…

answered May 12 at 02:23
giegho

Pertama datang akan di “briefing” oleh asisten-nya (yg bergaya sok “steril” pakai masker segala). Sesudah itu di “HARUS” kan bayar administrasi “cuma sebesar” Rp. 1.150.000,-. apabila gak bawa uang “cash” bisa pakai Credit card……tapi terkena “fee” 3%……layaknya beli barang yang sudah di discount….!!!! Sesudah itu disuruh tunggu untuk bisa ketemu dengan sang USTADZ…….Setelah ketemu sang Ustadz, yang cuma di raba2 tapi enggak menyentuh, paling cuma satu-dua menit, disuruh tunggu lagi……..Baru terakhir dipanggil dan di “briefing” lagi. Dari beberapa pasien yang saya monitor, sepertinya ada dua tarif. Tarif untuk orang yang “sederhana”…Rp. 6 juta dan tarif untuk orang “perlente”…..Rp. 25 juta saja…..atau mungkin ada yang lebih!!!! Saya terpaksa balik kanan……hitung-hitung memberikan AMAL buat sang Ustadz sebesar 1.15 juta…..mudah2an bermanfaat….!!! Tapi bisa dibayangkan…..Kalo rata2 yang datang 100 orang perhari……Dalam sehari tanpa memberikan pengobatan sedikitpun sudah terkumpul dana menggiurkan sebesar 115 JUTA……Pantas mobilnya (yg waktu itu diparkir dihalaman) adalah Toyota Prado termahal B-789-POS (power of soul). Dalam satu bulan bisa terkumpul minimum…..3.45 milyar…..wueleh…wueleh…..!!!!answered Jun 26 at 04:48
susy

Waaaah….tak seteduh wajahnya dan sebijak kata-katanya kalau pas di ANTV…Jebakan Batman..answered Jun 9 at 02:58
utami

Betul sekali, TARIPNYA SUNGGUH FANTASTIS, kemarin Ibu saya berobat menghabiskan biaya 1.325.000,- untuk biaya periksa oleh asistennya, dan diberikan rincian biaya untuk 1 paket pengobatan 3 kali kunjungan Rp. 12 jt lebih, biaya asistennya per kunjungan Rp. 500.000,- biaya obatnya berupa sabun dengan label sabun energi Rp. 900.000,- dll. Bukti Kwitansi pembayaranpun hanya secarik kertas polos di tulis tangan tanpa kop klinik dan alamat, percis bon pasar tanpa alamat dan tanpa dasar yang jelas soal harga. sy Gak habis fikir apa mungkin ini skenario yang dibuat untuk meraup untung dengan menghilangkan bukti-bukti yang berakibat penuntutan, kemudian strategi kedua tidak menghadapkan sang ustad untuk hal biaya sehingga namanya tetap jernih dan seakan-akan persoalan biaya itu ulah asistennya. hadeuuuuhhhhhh!
answered Jul 2 at 11:09
Ridwan
Saya dulu juga pernah mau terapi tetapi begitu asistennya bilang uang pendaftaran 1100000Rp saya mundur karena tidak masuk akal dan saya mengendus ada unsur penipuan. Jadi saya tidak teruskan terapi itu karena saya pikir biaya yang dikenakan tidak masuk akal dan tak ada jaminan bisa sembuh. Saya perlu ingatkan saudara2 yang akan datang untuk berpikir dengan akal sehat dan mengkaji penyembuhan ala ustadz ini, betul apa tidak. Kalau saudara2 berfikir jernih akan merasakan bahwa apa yang diiklankan di TV itu sebenarnya hanya tipuan saja tidak sesuai dengan syariat agama islam. Kalau memang ustadz itu benar tentu tidak akan pasang tarif yang mahal untuk penyembuhan pasien yang sakit.
answered Aug 27 at 08:05
jatmo

gila klo begitu aku kagak jadi lah mau kesana ternyata ilmu islam/ alloh diperjual belikan, pantas bukan kita aja yg bergelimang dosa tapi ustad juga lebih parah daripada kita, perkiraan saya tidak diperjualbelikan………………… mana hati nurani mu pak ustad
answered Aug 3 at 03:32
hendrik

waktu liat tentang terapi ini di ANTV, saya langsung ngerasa “waahh saya punya harapan, akhirnya ada jalan keluar, tidak harus operasi karena selain takut biayanya juga pasti mahal”. Tapi ketika baca banyak komentar komentar negativ tentang terapi ini, saya jadi sedih lagi, ternyata ini jauh lebih mahal dari operasi dan bahkan belum terjamin kesembuhannya.. saya merasa di permainkan, karena sudah sempat menaruh harapan dan ternyata di kecewakan.. saya mohon doa dari kalian yaa supaya kakak saya bisa sembuh dari sakitnya, dan kedua matanya bisa ngeliat lagi.. dan begitu juga kalian yang mungkin sedang sakit atau orang yang kalian kenal, semoga cepet di angkat penyakitnya.. Aminnnn
answered Sep 23 at 18:31
Chicha

waduuuhhhhhh untung saya mbaca ini, gak nyangka………… gak jadi ah !!!
answered Sep 16 at 10:47
vany

wah wah mahal banget ya… gak nyangka saya ampe segitu biayanya, saya baru baru ini liat beliau di tv dan saya pikir wah alhamdulillah ni ada orang yang ilmunya tinggi karena ma’rifatullah dan diberi kelebihan oleh Allah bisa jadi jalan buat nyembuhin penyakit keliatan banget dari ngomong ama wajahnya adem banget.. tadinya mo coba kesana eeeh mahal Yaa Allah haha aamiin deh bisa kesana.. masa sih beliau menipu? ah ga mau su’udzon saya pikir biarlah Tuhan yang menghakiminya kelak Dialah yang lebih tau
answered Sep 1 at 11:51
ade

saya baru saja mengalami sendiri, waktu pertama datang diminta membayar 2,3 juta, saya ikuti saja karena ingin sembuh dan membayar dengan debit ATM. diberi penjelasan oleh asistennya (kebanyakan perempuan muda) biaya itu baru untuk mendiagnosa saja yang nanti dilakukan oleh ustad Sony. Setelah menunggu beberapa lama saya dipanggil lagi untuk didiagnosa oleh beliau langsung dengan didampingi assisten perempuan juga, hanya kurang lebih 1 menit selesai, assisten memberi tahu nanti diberi penjelasan lagi di ruang sebelah oleh petugas. Setelah menunggu tidak lama, dipanggil lagi untuk diberi penjelasan mengenai berapa kali terapi harus dilakukan (saya diminta 3 kali datang) dan biayanya 23 juta!!!! Karena saya sudah mulai merasa aneh saya bilang nanti saja saya bayar saat saya datang, si assisten masih membujuk saya agar memberi DP dulu saja 3 juta agar nanti bisa langsung ditangani saat datang lagi untuk terapi……kekurangannya bias dicicil..masyaallah..kaget saya. Saya akhirnya memutuskan tidak melanjutkan terapi tersebut…sambil bertanya Tanya dalam hati “kenapa spertinya tidak sinkron antara apa yang dituliskan dalam buku karangan beliau dengan kenyataanya sebagai seorang penyembuh??
answered Oct 17 at 11:41
jon

Awalnya saya mw berobat k sana demi kesembuhan penykit diabetes dan ginjal yg di derita ibunda saya. Tapi setelah membaca komentar ini saya putuskan utk brfikir kembali. Masak biayanya sampai sebesar itu. Astagfiruallah…semoga Allah segera mengambil semua nikmat yg d berikan kpd beliau bila benar menipu. Allah maha tahu dan Allah maha adil.
answered Oct 9 at 03:28
bidadari syurga

TERIMA KASIH BAGI YANG SUDAH MENULIS PENGALAMAN MEREKA BEROBAT DI TEMPAT INI, KARNA JADI PERINGATAN BAGI MEREKA YANG AKAN BEROBAT KE SANA TERMASUK SAYA, SEMOGA SEMUA PENYAKIT KITA BISA DI ALAMI JUGA OLEH SONY SUTRISNA DAN SEMOGA UANG YANG KAMU DAPATKAN BISA MENYELAMATKAN KAMU DARI SIKSA DUNIA DAN AKHIRAT.
answered Oct 31 at 17:03
johanes

Asalamu’alaikum Wr Wb…. Saya sudah menaruh curiga, bila praktek pengobatan (alternatif) yang menggunakan promosi via media TV pasti tarifnya lumayan besar, apalagi tayang seminggu sekali. Dan ternyata kalau memang benar komentar mereka yang sudah pernah mengalaminya, astagfirullahaladzim….sebaiknya tanggalkan saja pakaian dan sebutan USTADZ, jangan mengotori dengan hal-hal yang dapat melukai agama dan umat.
answered Oct 28 at 09:24
dodi

TADINYA AKU BERHARAP BROBAT KE USTAD SONY DAPAT SEMBUH DARI PENYAKIT, TP BERHUBUNG BIAYA PENGOBATANNYA SEGITU GEDE, WAH PIKIR2 LG DEH. TP MANG PA BLIAU GA MALU YA DGN GELAR USTAD TP MENIPU DIBALIK GELARNYA…………….
answered Nov 20 at 01:38
KINASIH

YANG KOMENT SUMPAH BETUL GA BOHONG TU SAH2 AJA, LHA WONG DIA KONCO2 MAFIOSONYA USTADZ GOBELAN NTU KOK…..ASUUUUUUUUUUU, KUNYUUUUUUUUKKK YAKIN SUNG KYE AKU WONG TEGAL JUGA NGRASA DITIPU MENTAH2 KOK….. HATI2 BGI YANG MO BEROBAT DISITU, HAQUL YAKIN ADA YG MAEN HIPNOTIS, ORTU AKU MPE HBIS 45JT MSA MSIH KAYA GITU KAYA GITU AJA GA ADA PRUBAHAN SACUIL MBUH APA!!!!!!!!!!!!!! SADAR ENTE SONNY DUNYA KYE GA DIBAWA MATEE, BISMILLAH LU ENTAR KENA ADZAD NERAKA JAHANAM…….USTADZ EMBLAK EMBLUK KAYA KUNYUK, AAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSUUUUUUUUUUUUUUUUU…..
answered Nov 7 at 02:50
PUTRIA

Gilaaaaaa…harus diliput Infotainment di ANTV nih, ini sih bukan terapi pengobatan tapi terapi untuk memperkaya diri Pak Ustadz, apa kah tega Pak Ustadz memamerkan mobil2 mewahnya(waktu sy berobat Beliau masih pake Toyota Land Cruiser & Toyota Fortuner) sementara para pasien yg sakit parah harus menguras tabungan atau mencari pinjaman semata2 untuk membayar pengobatan ini, dmn hati nuranimu Pak Ustadz…sedangkan harga yg dipatok tidak sesuai dgn fasilitas yg didapatkan oleh para pasien ini, bayangkan aja tempat prakteknya fasilitasnya amat sangat tidak representatif dgn WC yg kotor, musholla yg ala kadarnya, ruang tunggu yg tidak dilengkapi kursi yg cukup & di ruang penggobatan malah pasien hanya tidur di lantai dgn kasur busa yg amat tipis & 1 kursi lipat pemeriksaan yg berwarna kuning. Obat/minyak oles yg tidak diberi label atau packaging yg layak…tahun lalu sy kena 12.5jt hanya utk penyakit psikosomatis yg sering cemas & cepat panik. Si Mbak2nya cuma kasih waktu 1 hari waktu pemeriksaan pertama aja utk bayar DP minimal 3jt, kalo gak diDP ktnya gak akan didoain air energinya oleh Pak Sonny malam ini. Akhirnya sy ke ATM di depan tempat praktek Terapi Qolbu itu…ckckckkckckckck…BTW, Pak Sonny Sutrisna yg konon ktnya Ustadz ini sepertinya tidak terlalu mengerti mengenai Islam, krn gak pernah melafazkan ayat2 Al Quran dlm bahasa Arab & setiap sy terapi di sana spertinya Beliau sholat selalu di saat2 waktu sholat udah hampir habis & udah mendekati waktu sholat berikutnya astaghfirullahalazim =(
answered Dec 12 at 17:00
CutieLady

Baru niat mau berobat kesana krn jarak dr rmh gak jauh…ternyata biayanya selangit dan gak jelas perinciannya… Gak jd deh dr pada kena jebakan batman…
answered Dec 11 at 11:02
azlina

Yaa ALLAH Yaa Rabbul’alamiin,… berilah petunjuk dan turunkan Rahmat, Barokkah kepada kami semua terutama bagi saudara2ku yang sedang sakit,.. LAILLAHA ILALLAHU SUBHANASYAFIL KAFII, TIADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ENGGKAU, MAHA SUCI ENGGKAU YAA ALLAH, ZAT YANG MENYEMBUHKAN SEGALA PENYAKIT YANG ADA DI MUKA BUMI INI DAN ZAT YANG MENCUKUPI SEGALA KEBUTUHAN MAHLUK YANG ADA DI LANGIT DAN DI BUMI,… Pertemukanlah kami dengan hamba2mu yang soleh yang telah engkau anugrahi ilmu hikma pengobatan kepada mereka,.. sehingga engkau menyembuhkan penyakit kami Yaa ALLAH, Yaa Rabbul’alamiin,..Yaa Rabusamawati wama filardi, Yaa Rabbul’arsyil azim,… Innaka’allakulisyain kadiir,.. amiin, amiin, amiin,..
answered Jan 12 at 02:48
Abdullah

Kalo dijawa bahasa kasarnya dukun gak ada ustad atau yai. Kalau doyan uang narget lagi g seiklasnya. Ustad pun kalau ceramah biaya ceramah narget juga di anggap intertain.banyak ustad duniawi berlagak nolong.ya moga pak ustad sadar jangan aji mumpung pas dipercaya pasien tapi malah hidup gak manfaat bantu.
answered Jan 11 at 23:25
hadi

Latah Perdana akhmad

Latah artinya adalah ikut-ikutan atau mengikuti, dalam konotasi bahwa tidak memiliki pendirian atau hanya mengikuti trend yang terjadi di masyarakat.

ini adalah kutipan dari latah perdana akhmad yang di ucapkan sendiri oleh perdana akhmad.

LATAH QUANTUM
=========================
Kosakata Quantum begitu menjual, ada Quantum Learning, Quantum Reading, Quantum Teaching, Quantum Physic, Quantum Touch etc…etc….
Maka, saya juga bisa membuat kosakata “QUANTUM RUQYAH” (^_^)

Definisi Quantum Ruqyah :

Quantum didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi. Sedangkan arti dari ruqyah adalah doa. Doa bertujuan untuk menghasilkan energi (daya/kekuatan) cahaya Ilahiyah.

Dengan demikian Quantum Ruqyah adalah Doa yang menghasilkan Pancaran Energi Cahaya Ilahiyah.

yang patut di garis bawahi adalah kutipan “Kosakata Quantum begitu menjual”

kenapa menjual? karena tujuan dari perdana akhmad adalah menjual ayat ayat Alquran dengan berkedok pelatihan quantum ruqyah atau quantum quranic healing . saat ini pelatihan yang di adakan oleh perdana akhmad  di bandrol dengan harga sebesar Rp. 2.000.000 untuk sekali pelatihan .

 

ada juga latah yang lain, yakni latah Reiki , banyak istilah atau sebutan yang sering di gunakan dalam Reiki di pakai juga oleh perdana akhmad , sedangkan perdana akhmad sendiri mengklaim tentang ke beradaan Reiki.

inilah kutipan dari perdana akhmad.

Ruqyah Healing adalah kekuatan doa dari rasa cinta kasih tanpa pamrih (Un-Conditional Love). Orang yang “menyalurkan” gelombang energi dari pembacaan kalam Ilahi tak pernah mengalami kehabisan energi, karena ia terus menerus “Dialiri Energi Cinta”

kata healing identik dengan reiki, walau memang healing memiliki arti universal sebagai penyembuhan atau pengobatan namun umumnya para praktisi Ruqyah sangat jarang memakai istilah healing dalam ruqyah. kata yang lain adalah un conditional love , kata ini sering di pakai oleh praktisi Reiki shamballa, menggambarkan bahwa praktisi Reiki shamballa menyalurkan energi dengan sifat energi cinta kasih tanpa pamrih.

kata lain yang identik dengan reiki adalah :

” tidak kehabisan energi saat di gunakan”

“menyalurkan energi”

“mengubah energi negatif  menjadi cahaya”

 

kenapa perdana akhmad sering memakai istilah reiki dalam kesehariannya?

tentu di sebabkan perdana akhmad memiliki sejarah sebagai praktisi Reiki , ironi memang di satu sisi perdana akhmad melancarkan paham bahwa reiki itu adalah sesat namun di sisi lain perdana akhmad menjual pelatihan yang identik dengan reiki. banyak pertanyaan di masyarakat dan para pemerhati spiritual bahwa perdana akhmad sebetulnya sedang melakukan terapi pengobatan Reiki dengan di bungkus kata ruqyah dan quranic healing agar lebih menjual.

Fakta tentang foto aura

Image

Foto Aura ini dikenal sebagai simulation photo, bukan real photo, karena sebenarnya warna2 yang dilihat dan data analisa kondisi cakra yang diperoleh dari program komputer yang digunakan sebenarnya bukan berasal dari apa yang ditangkap kamera, melainkan dari data getaran yang ditangkap oleh sensor dari ujung2 jari kita yang kita pegang pada saat pengambilan foto. Jadi, kita diminta pegang sensor2 itu saat difoto, kalau tidak dipegang, hasil fotonya beda sekali

Nah, sensor yang kita pegang itu lalu mengukur getaran2 dari ujung2 jari tangan kita dan data2 hasil pengukuran lalu dibandingkan dengan database yang sudah dimasukkan ke dalam program komputer, lalu diolah dan ditampilkan bersamaan dengan hasil foto wajah kita yang ditangkap kamera. Jadi, warna-warni dan analisa kondisi cakra yang muncul di hasil foto itu BUKAN hasil foto langsung, tapi gabungan hasil foto dan hasil analisa yang sebenarnya lebih banyak hasil analisanya, karena fotonya ya foto biasa saja.

Artinya kamera foto yang digunakan belum ada yang bisa benar2 melihat aura seseorang. Makanya teknologi foto aura dikategorikan sebagai foto simulasi. Tetapi data base yang dimiliki atau dimasukkan ke dalam program analisa mereka itu didasarkan pada hasil pengamatan pewaskitaan, sehingga memang ada unsur kebenaran dalam hasil pengamatannya itu, meskipun tentunya secara ilmiah ini sebenarnya sangat lemah dasarnya. Yang diakui secara Ilmiah justru Foto Kirlian, yang bukan hasil simualsi, tetapi hasil foto langsung.

Sebagai alat bantu untuk mengetahui perubahan2 yang terjadi pada diri kita, ini foto aura menarik juga untuk digunakan, tetapi sekali lagi sifatnya hanya simulasi, bukan foto beneran. Maka dalam hal visualisasi hasil, foto aura itu lebih menarik bagi akal pikiran manusia untuk dilihat. Just for fun

Semoga bermanfaat

SESAT YANG MENYESATKAN

SESAT YANG MENYESATKAN

Oleh: Masdar Farid Mas’udi,
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Kompas, 3 Maret 2012

Semua orang tahu, sesat artinya salah jalan. Mestinya belok kanan, malah belok kiri sehingga bukannya sampai ke tujuan, justru semakin menjauh.

Sesat atau ”tersesat” adalah kecelakaan yang tak dikehendaki siapa pun. Jika Anda orang budiman, melihat orang tersesat, tentu Anda akan menolongnya, dengan memberi tahu yang bersangkutan mana jalan yang benar, dengan kasih dan kepedulian. Namun, sungguh terjadi, bahkan semakin banyak terjadi, melihat orang lain tersesat malah memakinya, bahkan menyerangnya. Nalarnya: sudah diberi tahu jalan yang benar, kok, ngotot memilih jalan yang salah. Terhadap orang seperti ini, Anda memang layak kesal dan geleng-geleng kepala. Namun, kalau sampai memukul, apalagi membunuhnya, yang lebih bermasalah adalah Anda, bukan dia yang tersesat.

Main Hakim Sendiri

Dalam kamus umat beragama, sesat artinya salah jalan terkait tujuan akhir kehidupan, untuk kembali pada Tuhan. Pertaruhannya tuntas dan telak. Maunya ke surga, hidup abadi dalam kebahagiaan dan kemuliaan, tahunya malah ke neraka, alam gelap penuh hina dan nestapa.

Masalahnya, semua agama dengan klaim kebenaran absolut masing-masing menawarkan gambar dan peta jalan berbeda-beda perihal surga. Mana yang benar? Wallahu a’lam! Sebab, belum ada seorang pun di dunia ini, baik yang mengaku beriman maupun yang kafir, pernah membuktikan sendiri langsung, live, apa yang diklaimnya sebagai surga ataupun neraka. Bahkan, dari kalangan para pemuka agama yang mengaku paling tahu pun, belum ada yang pernah menyaksikan surga ataupun neraka itu.

Meski demikian, semua agama sepakat pada dua hal: pertama bahwa surga itu ada; apa pun konsep kebahagiaan yang ada di dalamnya. Bukan agama kalau tak menawarkan surga dan mengancam pembangkangnya dengan neraka. Kedua, semua agama sepakat, di balik konsep surga dan neraka, ada yang disebut Tuhan, Zat Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta alam semesta. Yang menjadi masalah dan sekaligus titik konflik di antara agama-agama bahwa setiap mereka menawarkan jalan surga yang berbeda-beda, sekaligus mengklaim hanya jalan mereka yang bisa menjamin orang sampai ke sana; sementara jalan yang ditawarkan agama atau keyakinan lain dituding sebagai kebohongan belaka.

Tidak berhenti di situ; di kalangan penganut agama dan kitab suci yang sama, dengan mazhab atau aliran berbeda, pun bisa terjadi aksi saling tuding dan menistakan satu sama lain sebagai pembawa ajaran sesat dan menyesatkan (dlallun mudlillun).

Arkian, dilihat dari perspektif internal masing-masing, semua agama/keyakinan adalah benar dengan klaim kesanggupan mutlak mengantarkan penganutnya ke surga. Namun, pada saat yang sama, dilihat dari sudut pandang agama/keyakinan pihak lain, semuanya hanya dusta yang sesat dan menyesatkan pengikutnya ke dalam neraka. Dengan logika ini, harus dikatakan bahwa pada dasarnya tak ada penganut agama/keyakinan berhak menghakimi agama atau keyakinan lain.

Sebab, semua agama dan penganutnya, di mata pihak lain, sama posisinya sebagai tertuduh. Saling menghakimi di antara tertuduh itulah dan aksi ”main hakim sendiri” yang tidak bisa diterima oleh logika apa pun.

Allah Yang Menghakimi

Agama sebagai ”keyakinan” adalah sesuatu yang tersembunyi di relung hati; tidak seorang pun bisa mengetahui secara persis sosok dan anatomi keyakinan orang lain. Menghakimi keyakinan orang lain adalah absurd dan tak bisa diterima akal sehat. Khalifah Umar ra berkata, ”Nahnu nahkum bidzzhawahir, wallahu yatawallas saraair (Kita manusia hanya bisa menghakimi yang tampak, sementara perihal yang tersembunyi [keimanan] dalam hati Allah saja yang mengetahui).”

Demikian pula jalan keselamatan (syariat/mansak) antara satu umat dan umat lain bisa berbeda-beda dan demikian faktanya. Maka, nasihat Al Quran, ”Janganlah kalian saling bertengkar dan saling menghakimi perihal ini, berdoalah saja kepada Allah” (QS al-Hajj [22]: 67). Jika harus ada penghakiman, biarlah Allah yang jadi hakimnya. Itu pun bukan di dunia ini, melainkan di akhirat nanti, ”Allah yang akan menghakimi perselisihan di antara kalian, di hari kiamat nanti (QS al-Hajj [22]: 69).

Kebinekaan agama dan keimanan adalah kehendak Allah yang tak bisa kita tolak atau hindari. Setiap orang berhak dan sepantasnya berbangga dengan agama dan keyakinannya tanpa harus menuding keyakinan orang lain sebagai kepalsuan dan kesesatan. Tak pantas akhlak agamawan kalah dengan kaum kapitalis; mereka sanggup mempromosikan produknya setinggi langit tanpa melecehkan produk pihak lain. Cukup katakan: Keyakinan saya atau kami memang berbeda dengan keyakinan Anda. ”Kami tidak menyembah yang kalian sembah; sebagaimana Anda juga tidak perlu menyembah apa yang kami sembah. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu” (QS al-Kafirun [109]: 6).

Beda agama atau keyakinan bukan suatu kejahatan, melainkan realitas kehidupan yang sepenuhnya terjadi atas kehendak-Nya. ”Sekiranya Allah menghendaki, niscaya semua manusia akan dihimpun dalam satu agama atau keyakinan yang sama. Akan tetapi, Allah ingin membuktikan mana di antara kalian yang lebih baik amalnya daripada yang lain. Maka, berlombalah dalam berbuat kebaikan untuk sesama (bukannya saling mencela, menistakan, dan memaksakan keyakinan atas sesama)” (QS al-Maidah [5]: 45)