Reiki Qrak di Bubarkan Warga

 

Reiki Qrak di bubarkan

Padepokan Quark Reiki Atomic – Kundalini (QRAK) di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu nyaris diserbu massa. Beruntung aparat Kepolisian, TNI, Kades dan tokoh masyarakat setempat berhasil meredam kemarahan tersebut, hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, warga mendesak agar padepokan yang selalu ramai dikunjungi orang dari luar kota ini ditutup. Hingga akhirnya Muspika Kecamatan Bumiaji pun menutup padepokan yang dikelola langsung oleh Grand Master QRAK, Rony Irianto ini.

 

Suasana padepokan yang selama ini selalu ramai dikunjungi oleh penganutnya ini, mulai Rabu (1/5/2013) sepi. Tempat ini hanya dijaga oleh dua orang laki-laki dan seorang perempuan. ”Sudah ditutup oleh warga, anda minta penjelasan saja kepada perangkat desa,” ujar seorang penjaga yang enggan disebut namanya. Menurut penjaga yang beberapa saat kemudian baru diketahui bernama Heru ini mengatakan sejak beberapa hari ini pengikut Qrak mengangkuti semua barang-barang yang ada di padepokan tersebut.

 

Beberapa master (guru) termasuk Grand Master Rony Irianto memilih pulang ke rumahnya. ”Grand Master Sudah pulang ke Malang sana, mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan banyak,” ujarnya. Kasun Wonorejo, Riono ketika dikonfirmasi masalah ini membenarkan pembubaran padepokan tersebut. ”Kita bubarkan, karena keberadaan padepokan itu membuat masyarakat terganggu. Masyarakat keberatan dengan keberadaan Qrak tersebut,” ujarnya.

 

Keberatan warga ini disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah warga terganggu dengan aktifitas pengikutnya yang sering datang menggunakan banyak kendaraan. Sementara, selama ini Grand Master maupun perwakilannya sama sekali tidak pernah meminta ijin kepada masyarakat atau perangkat desa. ”Pernah ada rombongan 3 bus menginap ditempat itu hingga 2 malam, mereka menggunakan jalan desa untuk parkir, hingga mengganggu warga,” terang Riono.

 

Selain itu, ajaran Qrak ini dianggap masyarakat ini rawan berbenturan dengan keyakinan masyarakat setempat. ”Mereka berdoa di depan bambu. Terus ada tulisan-tulisanya untuk minta jodoh, biar kaya, kita sendiri kurang paham. Mereka menyebutnya titik-titik di bambu itu sebagai pusat energi,” ujar Riono. Keresahan warga ini meningkat, setelah tersiar kabar ada sekelompok masyarakat diluar Batu yang akan menyerbu padepokan ini. Selain itu ada ajaran terkait dengan kiamat yang membuat resah masyarakat.

 

Hingga akhirnya, masyarakat bergerombol dan bersiap mendatangi padepokan itu. ”Saya yang mencegah mereka untuk datang, saya minta kepada warga jangan ada yang menyentuh satu pun barang milik padepokan itu, apalagi merusaknya,” ujarnya. Sebagai gantinya, ia mengajak perwakilan warga untuk berdialog dengan Rony dan Muspika. ”Keinginan masyarakat satu, mereka minta dibubarkan, karena keberadaannya disini meresahkan dan tanpa ijin masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Supriati, salah seorang pengikut Qrak mengatakan bahwa aktifitas di Padepokan Qrak tersebut lebih pada pengobatan. ”Kalau menurut saya gak aneh-aneh sebenarnya, dulu saya tertarik ikut karena banyak mendengar testimoni orang-orang banyak yang sembuh, akhirnya saya ikut,” ujar Supri yang mengaku sudah masuk level 3 ini.

 

Ia membenarkan memang ada salah satu ajaran untuk menempatkan tulisan pengharapan di titik-titik energi yang ada di depan bambu. ”Tapi semua itu berpulang ke hatinya masing-masing, kalau bersih ya terwujud, keinginannya,” papar Supri yang juga tinggal di dekat Padepokan Qrak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s