Survei terbaru Jokowi Ternyata Unggul di banding Prabowo

“Inilah hasil survei Pilpres satu putaran Jokowi vs Prabowo (terbaru)”. Dengan judul artikel seperti itu, para pengunjung Projo (Pro-Jokowi) tentu akan berharap mendapatkan berita kemenangan dengan persentase besar ataupun telak. Begitu pula sebaliknya, tidak kalah besar pula harapan yang digantungkan oleh para pendukung Praja (Prabowo-Hatta Rajasa) terkait rilis hasil survei pilpres “sudden death” 2014 tersebut.
Untuk mengetahui tingkat elektabilitas calon presiden yang akan memimpin Indonesia, berbagai lembaga biasanya melakukan survey terhadap capres-capres yang akan bertarung dalam pilpes 2014.

 

Survey Jokowi dan Prabowo - MMN Joke

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA –
Hasil survei Indobarometer terkini menyebutkan secara keseluruhan, jika Pemilu dilaksanakan hari ini maka Joko Widodo akan keluar menjadi pemenang.

“Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, Jokowi mendapat dukungan terbesar. Dalam jawaban spontan atau sukarela, dukungan terhadap Jokowi 22,4 persen kemudian Prabowo 12 persen,” ujar Burhanudin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, dalam rilis survei ‘Pro-Kontra Seputar Pencalonan Jokowi di Mata Pemilih’ di Cikini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Perolehan tersebut merupakan top of mind (yang paling diingat) oleh responden siapa calon presiden yang akan dipilih. Responden bebas memilih tanpa diarahkan untuk memilih nama-nama dalam daftar.

Menurut Burhanudin, Jokowi unggul karena dipersepsikan responden sebagai pemimpin yang jujur, bisa dipercaya, amanah yang mencapai 41,1 persen dan perhatian pada rakyat sebesar 38,8 persen. Sementara untuk Prabowo untuk kedua hal tersebut hanya mampu meraih 14 persen dan 13,6 persen.

Jokowi juga unggul telak dalam penanganan masalah mendesak yakni pemberantasan korupsi dan menciptakan lapangan kerja. Jokowi meraih 39,1 persen dan 42, 7 persen sementara Prabowo 16,0 persen dan 16,2 persen.

Survei tersebut dengan melibatkan sampel basis 2.050 responden di seluruh Indonesia, 400 di antaranya dari wilayah DKI dengan umur responden 17 tahun ke atas.
Survei tersebut kerja sama Indikator Politik Indonesia dan Rumah Kebangsaan dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau margir of error kurang lebih 2,4 persen.
http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/03/18/hasil-survei-prabowo-kalah-telak-lawan-jokowi

TEMPO.CO, Jakarta – Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla diprediksi bakal mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, jika pilpres digelar hari ini, Jokowi-JK meraup 35,42 persen suara meninggalkan Prabowo-Hatta yang meraih 22,75 persen suara.

“Keuntungan besar buat Jokowi lantaran banyak mendapat dukungan spontan dari masyarakat,” kata peneliti dari LSI, Ardian Sopa, dalam rilis yang diterima Tempo, Selasa, 20 Mei 2014. (Baca: Jokowi Ungkap Alasan Golkar Tak Jadi Berkoalisi)

Menurut Ardian, dari segi asal pemilih, pasangan Jokowi-JK relatif unggul di semua segmen. Pasangan Jokowi-JK ungguli pasangan Prabowo Hatta di semua segmen gender, desa-kota, usia, dan agama.

Jokowi-JK juga unggul atas Prabowo-Hatta dari segmen suku, kecuali suku Betawi. Dari segmen pendidikan dan pendapatan, Jokowi-JK pun unggul di hampir semua kategori. Kecuali, pada segmen pendidikan tinggi dan yang berpendapatan Rp 1-2 juta–bersaing dengan pasangan Prabowo-Hatta.

Pada segmen pemilih partai, Jokowi-JK, kata Ardian, juga unggul di hampir semuanya, kecuali pemilih Partai Gerakan Indonesia Raya, Hati Nurani Rakyat, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Sedangkan di lima partai pendukung Prabowo-Hatta lainnya, pasangan Jokowi-JK tetap unggul.

Sebanyak 32,34 persen pemilih Golkar memilih Jokowi-JK dan hanya 24,15 persen memilih Prabowo-Hatta. PPP sebanyak 30,03 persen mendukung Jokowi-Jusuf Kalla dan 22,89 persen mendukung Prabowo-Hatta. (Baca juga: Dukungan Bagi Jokowi-JK di Internal Golkar Meluas)

Pemilih Partai Amanat Nasional juga banyak yang mendukung Jokowi-JK. LSI mencatat, Jokowi-JK mendapat dukungan 41,3 persen, sedangkan Prabowo-Hatta hanya dipilih 25,13 persen pemilih. Pemilih PKS masih imbang, yaitu 32,69 persen untuk Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 terhadap 2.400 responden. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan metode acak bertingkat. Survei dilengkapi dengan media analisis, FGD, dan wawancara mendalam dengan simpangan kesalahan 2 persen.
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/20/269579065/Survei-Jokowi-JK-Rebut-Pendukung-Prabowo-Hatta

Merdeka.com – Bergabungnya Partai Golkar untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Hatta Rajasa sebagai cawapres membuat banyak pihak menduga koalisi Indonesia Raya semakin kuat. Dengan perolehan suara sebesar 15 persen dalam Pileg 2014 lalu, dukungan terhadap mantan Danjen Kopassus tersebut menjadi 48 persen.

Sebaliknya, koalisi partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tidak lagi unggul. Jika digabung, maka secara keseluruhan perolehan suara tingkat partai hanya mencapai 40 persen.

Meski kuat dalam hal koalisi, ternyata itu tidak terbukti dalam hal dukungan pemilih. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa melihat, pasangan Jokowi-JK justru unggul dari Prabowo meski tak dapat dukungan dari elite partai besar.

“Dari sisi persentase dukungan seluruh partai pendukung, koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta lebih besar. Namun dari sisi euforia dukungan pemilih, hasilnya berbalik. Dukungan pemilih kepada Jokowi – JK lebih besar,” kata Ardian, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (20/5).

Ardian menjelaskan, berdasarkan hasil survei LSI yang dilakukan kepada 2.400 responden dengan margin of error sekitar 2 persen, memperlihatkan 68,5 persen responden mendukung Jokowi , sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen.

“Hasilnya sebesar 68,5 persen publik menyatakan bahwa mereka ingin secara sukarela membantu pasangan Jokowi-JK. Sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen yang menyatakan sukarela,” paparnya.

Tidak hanya itu, Ardian melanjutkan, jika pemilihan presiden dilakukan pada saat survei dilakukan, maka pasangan Jokowi-JK unggul sementara dibanding pasangan Prabowo-Hatta.

“Elektabilitas Jokowi-JK mencapai 35,42 persen dan elektabilitas Prabowo-Hatta 22,75 persen. Selisih kedua pasangan sebesar 13 persen, namun keduanya masih punya peluang menang karena sebanyak 41,83 persen belum menentukan pilihan,” jelasnya.

Survei LSI ini dilakukan di 33 propinsi dengan metode multistage random sampling pada tanggal 1-9 Mei 2014. Dalam survei ini, LSI melakukan wawancara dan tatap muka dengan jumlah 2.400 responden.
Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-JK 35,42%, Prabowo-Hatta 22,75%

http://www.merdeka.com/pemilu-2014/survei-lsi-elektabilitas-jokowi-jk-3542-prabowo-hatta-2275.html

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Jokowi masih menjadi kandidat calon presiden terkuat dalam bursa capres 2014. Dalam sejumlah survei, elektabilitas politisi PDIP itu selalu teratas.

Seperti hasil survei Poltracking Institute yang dilaksanakan dari Aceh sampai Pappua, menghasilkan poin elektabilitas Jokowi tetap tertinggi sebesar 34,2%. Posisi Jokowi dibuntuti capres Partai Gerindra, Prabowo 12,4% dan disusul Aburizal Bakrie (ARB) 10,4%.

Namun, sambung Arya, hasil tersebut masih dapat terjadi perubahan. Mengingat kemungkinan adanya 46% pilihan publik bisa berubah-ubah.

Arya menambahkan, bila nantinya ada 4 capres yakni, Jokowi, Prabowo, Aburizal Bakrie, dan Wiranto, berdasarkan hasil polling yang didapat, tetap nama Jokowi yang dominan. Suaranya 41,2% jauh meninggalkan elektabilitas Prabowo 15,2%, ARB 12,2%, dan Wiranto 8,1%.

“Temuan-temuan dalam survei ini cenderung tetap. Asalkan dalam waktu ke depan tidak ada isu politik atau gempa politik dalam skala besar yang dapat mengubah secara ekstrem peta raihan elektabilitas partai maupun capres secara keseluruhan,” pungkas Arya.

Responden dalam survei ini berjumlah 1.200 dengan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah serta bukan anggota TNI/Polri. Tingkat kepercayaan survei 95% dan margin of error 2,83%.
http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2032595/survei-poltracking-elektabilitas-jokowi-tinggalkan-prabowo