Fakta tentang foto aura

Image

Foto Aura ini dikenal sebagai simulation photo, bukan real photo, karena sebenarnya warna2 yang dilihat dan data analisa kondisi cakra yang diperoleh dari program komputer yang digunakan sebenarnya bukan berasal dari apa yang ditangkap kamera, melainkan dari data getaran yang ditangkap oleh sensor dari ujung2 jari kita yang kita pegang pada saat pengambilan foto. Jadi, kita diminta pegang sensor2 itu saat difoto, kalau tidak dipegang, hasil fotonya beda sekali

Nah, sensor yang kita pegang itu lalu mengukur getaran2 dari ujung2 jari tangan kita dan data2 hasil pengukuran lalu dibandingkan dengan database yang sudah dimasukkan ke dalam program komputer, lalu diolah dan ditampilkan bersamaan dengan hasil foto wajah kita yang ditangkap kamera. Jadi, warna-warni dan analisa kondisi cakra yang muncul di hasil foto itu BUKAN hasil foto langsung, tapi gabungan hasil foto dan hasil analisa yang sebenarnya lebih banyak hasil analisanya, karena fotonya ya foto biasa saja.

Artinya kamera foto yang digunakan belum ada yang bisa benar2 melihat aura seseorang. Makanya teknologi foto aura dikategorikan sebagai foto simulasi. Tetapi data base yang dimiliki atau dimasukkan ke dalam program analisa mereka itu didasarkan pada hasil pengamatan pewaskitaan, sehingga memang ada unsur kebenaran dalam hasil pengamatannya itu, meskipun tentunya secara ilmiah ini sebenarnya sangat lemah dasarnya. Yang diakui secara Ilmiah justru Foto Kirlian, yang bukan hasil simualsi, tetapi hasil foto langsung.

Sebagai alat bantu untuk mengetahui perubahan2 yang terjadi pada diri kita, ini foto aura menarik juga untuk digunakan, tetapi sekali lagi sifatnya hanya simulasi, bukan foto beneran. Maka dalam hal visualisasi hasil, foto aura itu lebih menarik bagi akal pikiran manusia untuk dilihat. Just for fun

Semoga bermanfaat

Iklan